Dalam rangka menyambut Ramadan 1447 H, PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali menerapkan kebijakan khusus bagi pengguna LRT Jabodebek. Penumpang diperbolehkan berbuka puasa di dalam rangkaian kereta maupun area stasiun mulai adzan Magrib hingga pukul 19.00 WIB.
Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk pelayanan agar pengguna tetap nyaman menjalankan ibadah puasa tanpa mengganggu ketertiban perjalanan.
“Kami memahami banyak pengguna masih berada dalam perjalanan saat waktu berbuka, terutama pada jam pulang kerja yang menjadi periode mobilitas tertinggi di kawasan Jabodebek,” ujarnya.
Aturan Berbuka di Dalam Kereta
Saat waktu berbuka, pengguna diperbolehkan mengonsumsi makanan dan minuman ringan seperti kurma, roti, dan air minum. Namun, makanan berat dan berbau menyengat tidak diperkenankan demi menjaga kenyamanan bersama.
Selain itu, LRT Jabodebek juga menyediakan fasilitas air minum gratis di seluruh stasiun. Pengguna diimbau tetap menjaga kebersihan dengan menyimpan sampah sementara dan membuangnya di tempat sampah yang tersedia di stasiun tujuan.
Operasional Tetap Normal
Dari sisi operasional, layanan LRT Jabodebek tetap berjalan normal selama Ramadan, yakni:
430 perjalanan pada hari kerja (weekday)
270 perjalanan pada akhir pekan, hari libur nasional, dan cuti bersama
Melalui kebijakan ini, KAI berharap pengguna LRT Jabodebek dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih nyaman tanpa mengurangi aspek keselamatan, ketertiban, dan efisiensi perjalanan.
